Keluarga Besar YAYASAN WIDYA YUWANA MADIUN dan KELUARGA BESAR SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN "WIDYA YUWANA" Madiun, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya
Sr. Marietta Brotosoedirdjo OSU,
pada hari ini, SELASA, 14 MEI 2012 pukul 05 pagi di Malang dalam usia 77 Tahun.
Semoga damai abadi yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus Kristus dianugerahkan kepada beliau di rumah Bapa di sorga.Amin.
Sr, Marietta, semoga engkau tetap menjadi pendoa bagi karya pembinaan katekis di STKIP Widya Yuwana Maidun.
Sr. Marietta Brotosoedirdjo. OSU, pernah menjabat sebagai anggota Pengurus Yayasan Widya Yuwana Madiun, dan sebagai dosen pada STKIP Widya Yuwana Madiun dari tahun 2000 s.d 2003
Di informasikan kepada Alumni STKIP Widya Yuwana Madiun Lulusan SEPTEMBER 2010 sampai dengan sekarang (2012) bahwa besuk pada tg 12 JULI 2012 akan diselenggarakan WISUDA STRATA SATU (S1). Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubung Ibu Setyo Rini, sekretariat STKIP Widya Yuwana Madiun telp. 0351 - 463208 pada hari dan jam kerja. atau dapat melalui email ke widyayuwana@gmail.com
(Romo Cornelius Triwidya Tjahya Utama selaku Ketua Pengurus Yayasan Widya Yuwana Madiun menyerahkan jabatan ketua kepada Romo Don Bosco Karnan Ardijanto selaku Ketua STKIP Widya Yuwana Periode 2011 - 2015)
BERITA ACARA PELANTIKAN
KETUA STKIP WIDYA YUWANA MADIUN
PERIODE 2011 – 2015
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Pengurus Yayasan “Widya Yuwana” Madiun Nomor : 01./YWY/II/2011, tertanggal 23 Pebruari 2011, maka pada hari ini, SELASA, tanggal SATU Bulan MARET Tahun DUARIBU SEBELAS, bertempat di Auditorium STKIP Widya Yuwana Madiun, dihadapan Senat Perguruan Tinggi, dan para saksi serta hadirin, saya RD. Dwi Joko, atas nama Gereja Katolik,
Melantik dan Mengukuhkan:
N a m a:DRS. DON BOSCO KARNAN ARDIJANTO, MA
Tempat tanggal lahir:Nganjuk, 27 April 1966
Sebagai Ketua pada STKIP Widya Yuwana Madiun periode 2011 – 2015.
”Semua orang bisa menjadi intelektual, tetapi tidak semua orang bisa menjalankan fungsinya di tengah masyarakat sebagai intelektual” (Antonio Grasmci. 1971).
Pendahuluan: Istilah “Intelektual Publik” sering disejajarkan dengan istilah “Intelektual Populis”. Namun istilah “Populis” sering diasosiasikan dengan ideologi, wacana dan pemikiran sosial politik yang erat berkaitan dengan perlawanan masyarakat akar rumput terhadap elit politik atau penguasa. Pada titik ini istilah pupulis sering kali dikaitkan secara sempit dengan ideologi dan gerakan intelektual Marxism. Penulis sendiri ingin membebaskan diri dari pandangan sempit ini. Oleh karena itu dalam tulisan ini penulis akan menggunakan istilah intelektual publik dan bukannya intelektual populis. Seorang intelektual publik perlu membangun hidup dan karya intelektualnya atas dasar visi dan misi tentang cinta kasih (love), kebenaran (epistemology), ilmu pengetahuan (knowledge) dan perubahan sosial (social change).